Sadar Politik

Besok perhelatan akbar Ibu Kota Jakarta akan dimulai. Penentuan siapa yang selanjutnya mengisi kursi tertinggi di DKI Jakarta. Dan, saya sangat tertarik dengan ini.

Saya memang bukan orang yang berdomisili di DKI Jakarta, saya kecil dan besar di Bekasi. Dan, saya tau bahwa saya tidak mempunyai andil besar untuk mengharapkan perubahan di Jakarta. Tapi, saya peduli akan itu karna tidak bisa dipungkiri saya sangat dekat dengan Jakarta dan saya memang membutuhkan keberadaannya.

Bagaimana tidak? Hampir apa-apa yang saya perlukan, hampir semuanya ada disana. Hampir setiap ingin jalan-jalan pasti melewati Jakarta, tol dalam kota-nya, dan lain sebagainya.

Saya juga tidak mau bertele-tele dan angkat bicara mengutarakan pendapat tentang cagub-cagub yang sudah siap dalam arena petarungan, tapi ini memang momentum-nya.

Berdasarkan dari apa yang saya baca dari beberapa tulisan di blog Pandji Pragiwaksono (www.pandji.com) dengan judul “Gimme5”, “Titik”, “Jakarta Untuk Warga” dan sebuah tulisan di blog Angga Sasongko (http://anggasasongko.wordpress.com/2012/07/09/catatan-dari-tim-pizza/), saya mencoba untuk sedikit mengutarakan pendapat saya seputar ini.

Andai saya orang Jakarta, saya rela untuk menyempatkan pulang ke Jakarta dari Semarang hanya untuk membantu 1 suara, dan itu untuk cagub nomor 5, Faisal – Biem. Saya yakin ada harapan dari tangan 2 orang ini. Sudah itu saja, saya tidak akan membahas apa-apa tentang itu.

Tapi, 1 hal kekhawatiran saya adalah ketika mungkin semakin banyak anak-anak muda yang enggan untuk mulai sadar politik. Sadar politik bukan berarti harus menjadi politisi, paling tidak kita kritis terhadap Negara kita sendiri. Toh, bukannya nanti memang kita sebagai generasi penerusnya? Saya mungkin mengerti kalau kita terlalu sering dikecewakan oleh permasalahan yang ada, khususnya di Jakarta. Macet yang sering membuat frustasi, banjir, dan lain sebagainya. Tapi, bukan berarti kita tidak punya harapan.

Kalau lebih memilih memakai mobil pribadi, ya harus siap macet, jangan ngeluh dan itu udah resikonya. Kalau tidak mau terjebak macet, ya jangan telat berangkat dan pulangnya. Kalau males menghadapi macet, ya naik transportasi umum.

#PilkadaDKI besok bagi saya momentum dari pemecahan masalah yang sudah menjamur ini, itu pun kalau kita memang peduli dan dapat memilih cagub yang tepat. Harapan saya penuh untuk masing-masing cagub yang ada, terutama cagub pilihan saya. Harapan saya juga penuh untuk seluruh warga Jakarta untuk dapat andil dalam #PilkadaDKI besok. Sekali lagi, itu kalau kita memang peduli dengan memilih cagub yang tepat. Caranya? Tentu dengan memperhatikan dan mengenali seluruh profil para cagub-cagub tersebut. As simple as that, I think.

Golput dan apatis hanya berdampak pada kecemasan berkelanjutan dengan efek domino. Let’s vote!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s