anggasasongko

Sekitar 6 bulan yang lalu, sepulang dari kantor, handphone saya berbunyi. Di ujung telpon ada seorang yang baru saya kenal di Twitter bertanya: “Angga, kapan ada waktu? Bang Faisal Basri pengen ketemuan”. Jantung saya rasanya mau copot. “Faisal Basri ngajak saya ketemu?”… “GILAAA!!!”

Ya. Gila!

Saya gak pernah kenal Bang Faisal secara personal sebelumnya. Tapi sejak pertama kali masuk Universitas Indonesia tahun 2003, saya sering melihat beliau di stasiun kereta. Naik KRL ekonomi, sama seperti saya. Dengan sandal dan ranselnya dia berbaur. Ikut desek-desekan dan bertahan dari dorongan penumpang – penumpang yang mau turun di stasiun Lenteng Agung.

Saya juga tau Faisal Basri dari televisi dan kolomnya di Kompas. Dia ekonom yang tajam, cerdas dan berani. Tulisan – tulisannya jelas menunjukan pemikirannya yang pro-keadilan sosial dan mampu menangkap realitas masyarakat secara utuh. Selain itu Faisal Basri juga seperti ‘living legend’ bagi teman – teman aktivis di UI. Orasinya di depan…

View original post 2,873 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s