Intuisi

Bagian terbaik dalam hidup ini terkadang adalah sebuah kesendirian. Bagian terburuk dalam hidup ini mungkin adalah sebuah kesepian. Keduanya memiliki arti harfiah yang mirip meskipun memiliki makna yang berbeda.

Bisa dibilang saya adalah seseorang yang sangat menikmati adanya waktu sendiri dengan kesendirian, terutama yang saya dapat belakangan ini. Ah, tidak untuk bermuram durja tentunya, tapi lebih dari itu. Selalu memberi celah ke diri sendiri untuk serta merta jujur dengan intuisi yang bermuara di dalam hati. Kesendirian yang saya dapat belakangan bukan lah hal yang tidak pernah saya inginkan, terkadang hal ini sangatlah berarti untuk lebih mengenal diri sendiri lebih dalam. Dan terkadang inilah bagian terbaik dalam hidup, semakin tajamnya intiusi seiring kita mengenal diri kita sendiri.

Tidak banyak juga yang mengerti esensinya, atau mungkin tidak peduli? Entahlah, saya tidak terbiasa mengurusi urusan orang lain tanpa diminta. Ide-ide brilian, pemikiran mengagumkan, perasaan yang meletup-letup, bahkan kejadian-kejadian yang seringkali datang bersama saat kita menikmati kesendirian itu.

Merasakan lebih dekat dengan sesuatu yang ada dan berhubungan dengan diri kita adalah hal yang tidak pernah mudah untuk dijelaskan. Perasaan seperti seorang indigo yang tau persis apa yang mungkin terjadi padanya adalah sesuatu yang terkadang tidak bisa diterima. Sesuatu yang patut disyukuri adalah disaat kita sadar bahwa kita telah menjadi diri kita sendiri.

Kesepian terkadang hanyalah sebuah klise dari kesendirian. Kesepian sendiri terkadang datang seiring adanya kesendirian. Situasi seperti ini seringkali membuat mata kita tertutup bahwa sesungguhnya kita adalah manusia yang tidak pernah merasakan kesepian.

Entah hanya saya yang merasakan ini atau mungkin kita sama-sama merasakan bahwa pernah kah kita menyadari sebenarnya kita hanya seorang diri di kerumunan orang-orang disekitar kita? Pernah kah kita menyadari pula bahwa mereka yang ada di sekitar kita adalah hanya sebuah perhiasan dari kehidupan yang kita jalani. Begitu pula diri kita sendiri di kehidupan mereka. Semua orang datang dan pergi dalam hidup kita hanya untuk memberikan kesan, makna, dan pelajaran tertentu di hidup kita mau pun hidupnya sendiri. Dan pada akhirnya, bagaimana caranya agar kita bisa membuatnya bermakna bagi diri kita sendiri dan orang lain?

Terkadang saya berpikir, manusia yang paling bahagia di bumi ini adalah manusia yang berguna bagi orang banyak dan bagi dirinya sendiri.

Dan semua hal dalam hidup kita yang kita dapat sampai detik ini, bersyukurlah bahwa sesungguhnya itu semua yang telah menjadikan diri kita menjadi “orang” dan telah mendewasakan kita sampai saat ini. Ini semua yang membuat kita tersadar bahwa setiap orang memiliki peranan sendiri di dalam hidup kita dan orang lain, entah itu membuat hidup kita menjadi lebih baik atau menjadi buruk. Ah, saya pikir, menjadi buruk hanya untuk persepsi orang-orang yang tidak tau arti bersyukur. Begitu pula diri kita memiliki peranan tertentu dalam hidup orang lain dan bagaimana kita membuatnya berharga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s