I Didn’t Plan To Go Berserk…

Sebagai orang yang tempramental, menerima sesuatu yang tidak dikehendaki atau pun tidak diinginkannya terjadi dalam hidupnya adalah suatu hal hampir mustahil dalam dirinya untuk tidak marah, untuk tidak meluapkannya.

Segala akal sehat rasanya mati, seperti tidak pernah ada dipikirannya. Tak berbekas semua yang selama ini ada di dalam dirinya..

Pathetic Waltz – Pure Saturday

I don’t know why we do it like this
Oh so strange…
Hangin’ out everytime
To reach the end
You never know how
Anything would be
Feelin’ guilty all the time
Useless by

I don’t know
How we spent the time for more
I can’t go
All the things surround me
Just like before
I’ve never been sure
And it’s never been pure
Ooohh… no…
I am sinking so deep
In my frightened in sleep
Ooohh… no…
I don’t know
How we spent the time for more

Sudah hampir tidak ingat lagi bagaimana ini semua bisa bermula, sudah hampir tak terlintas bagaimana ini semua akan dan bisa berakhir, seperti ini. Dan sudah hampir tak berniat lagi untuk memikirkannya. Tanpa alur yang jelas, saya dapatkan bahwa saya telah merasa asing di lingkungan yang sudah lama saya lingkupi. Aneh bukan main, tapi tidak untuk rasa bersalah. Sama sekali tidak. Bagaimana mungkin diasingkan untuk hal yang tak mempunyai alur yang jelas? Atau mungkin alasan yang jelas? Rasa di asingkan adalah salah satu rasa yang tak pernah ingin saya alami seumur hidup, sebuah rasa yang tak pernah bisa saya terima sampai kapan pun. Untuk sebagian orang, rasa ini mungkin merupakan hal wajar untuk dipublikasikan, di depan banyak orang, di depan puluhan atau mungkin ratusan pasang mata, ah sudahlah, ini terlalu angkuh saya pikir. How we spent the time for more? Why we do it like this? So strange…

Saya tak pernah untuk berencana marah begitu saja kepada siapa pun itu untuk hal apa pun itu. Saya selalu mencoba untuk tetap menerima apa pun itu dari siapa pun itu dengan pikiran tenang dan sedewasa mungkin mengontrol emosi. Setiap hal-hal yang saya terima, tak pernah selamanya ada dipikiran saya, saya mempunyai kadar nilai-nilai yang tak pernah saya abaikan. Dan kamu tau itu, dengan sangat baik. Selayaknya manusia dewasa, kita semua berhak menentukan jalan atau pilihan apa yang kita pilih, seperti yang telah ditentukan masing-masing. Untuk segala hal yang telah dilalui bersama-sama, terima kasih. Untuk segala hal yang sudah tidak berkenan, maaf.

And I never meant to cause you trouble,
I never meant to do you wrong,
And I, well if I ever caused you trouble,
And oh no, I never meant to do you harm.

-R.A

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s