untitled

Udah lama juga ya ga menyentuh blog ini, baru bisa menulis lagi setelah sekian lama berkutat dengan urusan duniawi seperti kuliah misalnya beserta perangkat didalamnya yang biasa kita sebut  dengan tugas. Ya, namanya juga prioritas ya harus dijalani, sesuai dengan jalan yang udah kita pilih. Di samping itu, banyak sekali yang seharusnya ditulis disini, tapi alhasil mungkin ga akan semuanya bisa akan saya tuliskan disini, ya yang pertama karna muak dengan ceritanya, ga perlu diceritain, dan ga penting untuk diketahui banyak orang. Ya, saya membuat blog ini memang niat awal mau share aja apa pelajaran yang saya dapat terutama dari arti dan makna hidup yang saya dapat dari pengalaman diri sendiri, temen kuliah atau SMA, maupun pengalaman orang lain yang saya sendiri ga kenal (orang ketiga). Berharap berguna buat orang lain sih engga, tapi ya seenggaknya dibaca lah sama yang mau baca, syukur-syukur kalo bisa jadi inspirasi buat yang baca. Istilahnya “lo ada barang, gue beli.”

Dari mana ya mulainya enaknya? Ya berawal dari diri sendiri ajalah. Menentukan jalan hidup buat masa depan ternyata ga semudah atau pun ga sesusah yang dikira ya. Ga semudahnya itu, yaa kita ga bisa gitu aja menentukan apa yang ingin kita lewati kedepannya nanti. Misalnya, mau sekolah keluar negeri, lulus dengan nilai baik, dan banyak lagi yang lainnya. Simple aja sih, untuk ngelanjutin ke luar negeri misalnya, untuk mencapai itu semua kita harus punya modal yang cukup dari segi ilmu, kecakapan dalam berbahasa, dan yang paling penting menurut saya kepercayaan diri. Skip dulu untuk masalah yang satu ini, masih panjang proses yang harus saya laluin untuk sampai ke step ini. Nah, untuk sampai ke step inilah yang sebenar-benarnya ingin saya sampaikan. “Untuk dapat ke posisi tertinggi, kamu harus mulai dari membuat anak tangga-mu sendiri, itulah yang dinamakan proses.” Ini adalah kata-kata ibu saya yang selalu coba saya terapkan setiap saat. Sejauh ini, yang saya lakukan untuk bekal saya sendiri nanti pun sepertinya masih sangat kurang, baru saya rasakan beberapa bulan terakhir, ya sekitar semester 3 ini mungkin. Penurunan kualitas, bahkan untuk pencapaian target yang terasa sangat tidak realistis dengan semua yang sudah saya kerjakan selama ini. Ini seperti saya sudah menyusun beberapa anak tangga sebelumnya, lalu saya bongkar lagi dan menyusunnya kembali. Sangat-sangat wasting time, banget! Sekarang, impian untuk pergi ke Italy, belajar disana masih sangat-sangat jauh dan masih berupa butiran-butiran kecil. Walaupun memang tidak ada yang tidak mungkin, dan tidak ada yang terlambat. Kalau tidak salah, kurang lebihnya seperti kata Paulo Coelho pernah menulis seperti ini, “sesuatu hal yang kamu yakini akan terjadi, seperti adanya bola besar yang terbentuk dari kerikil-kerikil kecil tepat dibelakangmu. Seakan ingin menghampirimu dan membuatnya benar-benar terjadi.”  Intinya, saya percaya yang saya yakini akan impian dan cita-cita saya dan yang saya yakini akan setiap anak tangga yang saya buat. Saya yakin dan percaya. J

Saya dan 2010, 2011.

Hampir tidak disadari setidaknya lebih dari 365 hari lebih hingga saat ini sudah terlewati dengan begitu wajarnya. Tidak pula menganggap bahwa waktu ini berjalan cepat karna memang tidak ada yang berubah sedikitpun dari berjalannya waktu setiap harinya di Bumi ini.

Seiring berjalannya waktu tersebut tentu banyak pula yang terjadi didalamnya, yang membuat saya selalu belajar (Insya Allah) dan berkaca pada diri sendiri dengan apa makna atau pelajaran yang tersirat maupun tersurat dari kejadian yang terjadi tersebut, dan pula berpikir bahwa diatas langit masih ada langit, dan yang perlu disadari lagi, bahwa langit itu sendiri luas yang terkira bentangan luasnya.

Dalam artian bahwa masih banyak sekali disekitar kita dan diatas kita tentunya yang memiliki kesanggupan berlebih ketimbang kita yang mengisyaratkan kita untuk tetap terus tunduk ke bawah dan melihat saudara-saudara kita yang mungkin kadar kesanggupan dan kemampuan mereka dibawah kita, dengan kata lain bersyukur singkatnya.

Di samping itu, segala yang terjadi di 2010 yang baru saja kita lewati ini, kepada saya, membuat saya harus mempunyai resolusi yang baik untuk diwujudkan di 2011 nanti, tidak perlu hal yang muluk-muluk dulu, paling tidak dari basic dari diri sendir I yang biasa kita sebut karakteristik diri atau kepribadian. Selanjutnya mungkin bisa merujuk kepada pola pikir yang setidaknya menuntut saya untuk bersikap memilih pilihan lebih hati-hati lagi maupun lebih bijaksana lagi. Dan saya berani memberi guarantee untuk menyatakan bahwa saya bukan orang yang munafik untuk mengakui kesalahan yang saya lakukan dan tidak membela diri sebelum saya bisa memastikan kalau yang saya lakukan bisa saya pertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat nanti. Terlebih untuk sesuatu hal atau mungkin seseorang yang pada kenyataannya saya sukai, saya tidak akan munafik untuk itu, dan oh ya, saya rasa, saya cukup tau diri untuk menyadari kondisi yang ada disana.

Di balik itu semua, saya percaya dan yakin tentunya akan kuasa-Nya yang Maha Dahsyat dibalik semua kejadian yang saya hadapi dan alami sepanjang 2010 kemarin adalah segala sesuatunya ada pelajaran atau mungkin bahkan berupa “tamparan” supaya saya dapat belajar di dalamnya. Saya menyadari pula bahwa yang terjadi di 2010 dari segi manapun itu ada banyak hal-hal yang ga bisa saya biarkan begitu saja mengendap dalam diri saya yang entah sampai kapan kalau saya tidak menghilangkannya sendiri.

Menuju 2011. Dari angkanya saja sudah begitu terlihat betapa bertambah tuanya bumi ini dan makhluk-makhluk yang ada dan tumbuh didalamnya. Buat saya, tahun ini merupakan angka/tahun yang cukup krusial buat saya karna tahun ini (seharusnya) saya sudah bukan lagi remaja atau mungkin beranjak dewasa, dsb. Di tahun ini, saya menginjak umur 20 yang seharusnya dan sewajarnya untuk bisa bersikap lebih professional, lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dalam kondisi dan masalah apa pun, tidak apatis, kritis terhadap diri sendiri mau pun terhadap segala hal yang sedang berkembang di sekitar kita, lebih down to earth, dan semoga tidak skeptis melihat segala sesuatu yang terjadi dihadapan saya. Insya Allah, dan semoga Allah meridhoinya. Amin.

“Our leadership and wisdom are most shown when we’re down under. Let’s prove.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s