Oh Well..

Oh well, oh well..

Saya makin stuck dengan situasi seperti ini, dan saya semakin tak mengerti harus berbuat apa, tak tau apa yang ingin saya tulis disini, absurd. Oh well, a man gotta do what a man gotta do. Selayaknya laki-laki sejati, kita harus melakukan apa yang dilakukan selayaknya laki-laki. Saya sudah menentukan pilihan yang saya sendiri tak tau kebenarannya. Terkadang menyebalkan juga menjadi laki-laki yang emotional dan perasa seperti ini, tapi terkadang ada sisi baiknya, banyak kalau kita bijaksana menyikapinya. Menyebalkan sekali disaat kita seperti mengetahui bahwa ada yang tak beres di belakang yang mungkin seharusnya kita tak mengetahuinya saat itu atau tidak sama sekali.

Saya sadar bahwa banyak yang terjadi di belakang saya yang mungkin itu memang harus terjadi disana, di belakang saya. Tapi, tetap saja saat itu juga saya mengetahui, paling tidak menyadari apa yang terjadi walaupun tak ada yang memberi tahu. Ya, entah darimana datangnya itu, saya seakan dihadapkan dimana saya seperti tak sadarkan diri lalu saya seperti sebuah film pendek dari apa yang terjadi di belakang saya itu, tak ada waktu semenit, saya tersadar kembali.

Demikian yang saya alami beberapa minggu terakhir ini, ah tidak, sudah cukup lama, cuma saja akhir-akhir ini lebih terasa yang membuat saya semakin tidak nyaman. Tapi, saya tau ini adalah anugerah dari-Nya yang Dia berikan kepada saya. Mungkin saja saya belum bisa mengendalikannya. Saya tidak bilang ini seperti kemampuan atau tidak, bahkan saya tidak tau apa namanya.

Saya pikir ini sudah menyimpang. Bagi saya, disadari atau tidak, kita ini sebenarnya hidup sendiri. Kita menjalani apa yang kita hadapi semuanya sendiri, hanya bedanya kita tercipta sebagai makhluk sosial yang terkadang, tak bisa kita pungkiri kita memerlukan orang lain, termasuk menghadapi masalah kita sendiri. Tetap saja pada akhirnya kita juga sebagai finisher atau problem solver untuk masalah kita sendiri dan Tuhan sebagai pengubah realitanya. Kita selalu mempunyai pilihan untuk menghadapi apa pun yang terjadi pada diri kita, apa pun. Hidup itu penuh tanda tanya saya pikir dan selalu ada pilihan untuk melanjutkannya, walaupun jawaban itu sendiri mungkin masih berupa tanda tanya lagi dan lagi. Terkadang, memang benar, niat baik tidak selalu bisa diterima dengan baik. Lagi-lagi pilihan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s