beka(mbi)sius

Setelah sekian lama menempuh pendidikan di semarang (padahal cuma 2 bulan lewat haha), akhirnya saya pulang kampung juga, tidur di kasur yang lebih layak, makanan yang terjamin, dan tidak mengeluarkan uang sama sekali, dan senengnya, uang bulanan tetap mengalir. AHAY! Tapi, itu RENCANANYA mau buat ditabung buat beli kamera untuk mensupport hobi yang sudah mendarah daging itu. Tapi, itu rencananya, soalnya berhubung saya sangat boros dan ingin membelikan kado untuk orang yang terpenting dalam hidup saya juli-agustus ini (hihi, hmm?).

Yak, lanjut! Maksud judul ini sebenarnya sedikit, eh engga deh, sangat maksa. Tadinya mau nulis Bekasi kota yang ambisius, kini dan nanti, tapi terlalu sarkas sepertinya terhadap kota yang sudah saya tempati, tinggali dari lahir, eh engga, gue lahir di Palembang, maksudnya sejak saya masih orok/bayi.

Kenapa ambisius? Lihat saja, kota yang tadinya semua orang saat weekend hanya pergi ke satu-satunya mall atau tempat refreshing terdekat (mall Metropolitan), sekarang sudah banyak pesaingnya, walaupun mall Metropolitan tetap tiada matinya, tetap saja ramai dan parkir penuh. Katanya sih fengshui-nya bagus. Tapi, entahlah, masa bodoh. Dan puncaknya, ada apartment di Bekasi, OH NO! Mana lahan hijau kami? Semua habis hanya untuk proyek ambisius ini. Dulu, saat kita hendak menuju ke arah Jakarta, saya masih bisa melihat sawah hijau sekitar 3-4 hektar mungkin di sebelah kiri jalan. Sekarang ? Saya hanya melihat sebuah Mall baru bernama Bekasi Square. Walaupun tempatnya sangat menguntuk warga-warga di perumahan saya, tapi tetap saja Bekasi sudah terlihat sumuk (padat) sekali, dimana-mana gedung. Padahal anjuran tentang adanya Global Warming tidak sekali-dua kali terjadi, tapi mereka seakan tidak peduli akan itu. Mereka tidak peduli akan hijaunya dunia ini, tapi meraka hanya memikirkan hijaunya mata mereka akan uang, silaunya mereka pada harta. Kenapa masih banyak saja orang-orang yang susah sekali bersyukur, hidupnya selalu melihat keatas. Terlepas dari itu, teman lama saya dalam sebuah jejaring sosial ketika ditanya ip nya, dia menjawab dengan penuh tidak adanya rasa syukur, dia berkata, “ip gue HINA nih, CUMA 3,21” Sungguh luar biasa orang ini, tidak menghargai usahanya sendiri beberapa bulan terakhir.

Merambat sedikit kearah Jakarta. Saat itu saya merasa bahwa pertumbuhan produksi mobil di Jakarta mulai meningkat. Kenapa? Tentu saja, baru juga keluar Bekasi Barat untuk ambil tiket tol, udah langsung mandek. Itu pertama kallinya dalam hidup saya keluar tol Bekasi Barat untuk ambil tiket tol langsung mandek. Mungkin gara-gara musim libur anak sekolah. TAPI, mau ngapain di jam 6 pagi? Ya, saya merasakan itu saat jam 6 pagi. Padat dan muak melihat mobil dimana-mana, rasanya mau naik getek, tapi gimana caranya kalo lewat tol? hahaha

Saya berharap adanya kesadaran dipihak-pihak petinggi di daerah mana saja akan pentingnya hijau di bumi ini.

Kita lihat saja perkembangannya nanti. Salam.

Calon Arsitek Masa Depan (AMIN! :D)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s